Semarak Kemerdekaan di Medan Ekstrem, MAPALA UMM Kibarkan Merah Putih di Tebing Trolu dan Gua Ringi Ncanga



Mataram, dimensiummat.id– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, MAPALA Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM) bersama peserta Latihan Gabungan (LATGAB) MAPALA PTMA Rayon VI mengibarkan Bendera Merah Putih di dua lokasi ekstrem, yakni Tebing Trolu, Dompu, dan Gua Ringi Ncanga, Kota Bima. Kegiatan tersebut berlangsung pada 14–17 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian LATGAB sekaligus upaya menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air.


Dewan Ketua Umum MAPALA UMM, Muhamad Zalil Ilham, menjelaskan pengibaran bendera di dua lokasi tersebut tidak hanya menjadi simbol peringatan kemerdekaan, tetapi juga dipadukan dengan kegiatan peningkatan keterampilan cinta alam. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menggabungkan semangat nasionalisme dengan latihan menghadapi medan alam bebas.


“Tentu kegiatan ini untuk memberi semangat jiwa nasionalisme dan cinta tanah air,” jelasnya.


Tebing Trolu dipilih sebagai salah satu lokasi karena memiliki karakter medan yang menantang dan dikenal sebagai salah satu big wall di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kondisi tersebut dinilai sesuai dengan tujuan LATGAB dalam meningkatkan kemampuan teknis, keberanian, ketangguhan, dan pengalaman peserta menghadapi medan vertikal.


Sementara itu, Gua Ringi Ncanga dipilih dengan pertimbangan yang berbeda. Lokasi tersebut memiliki sumber mata air yang dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air, khususnya di wilayah Kota Bima yang mengalami kekeringan. Pemilihan lokasi sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap potensi sumber daya alam dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.


Dalam pelaksanaannya, peserta kegiatan berasal dari MAPALA UMM, MAPALA PTMA Rayon VI, serta peserta lainnya, termasuk dari Simpel “Ibnu Jazirah” UM Bima. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi peserta dari berbagai daerah untuk memperkuat silaturahmi dan solidaritas antarmapala.


Sebelum pelaksanaan, peserta melakukan sejumlah persiapan, mulai dari latihan fisik, penyegaran materi, hingga mempersiapkan peralatan yang akan digunakan selama kegiatan. Mengingat medan yang dihadapi tergolong ekstrem, aspek keselamatan dan keamanan menjadi perhatian utama.


“Karena kita berkegiatan di medan yang ekstrem, tentu kita mengutamakan keselamatan dan keamanan dengan menggunakan alat-alat yang sesuai prosedur,” ujarnya.


Persiapan di lokasi juga dilakukan melalui survei medan dan pembersihan jalur menuju titik kegiatan. Namun, peserta tetap menghadapi sejumlah kendala selama pelaksanaan. Di Tebing Trolu, tantangan yang dihadapi berupa perjalanan yang cukup jauh dan terjal dari titik awal atau basecamp, serta kondisi tebing yang dipenuhi semak karena lokasi tersebut relatif jarang digunakan untuk kegiatan oleh KPA, MAPALA, maupun SISPALA.


Adapun di Gua Ringi Ncanga, peserta menghadapi kendala berupa keterbatasan alat serta kondisi medan yang ekstrem.


Di luar aspek teknis, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun keberanian, kedisiplinan, kerja sama tim, kepedulian terhadap lingkungan, serta rasa tanggung jawab generasi muda. Pengibaran Merah Putih di lokasi alam menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan di ruang-ruang formal, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan positif di alam bebas.


Menurut Dewan Ketua Umum MAPALA UMM, semangat kebangsaan juga diperkuat melalui konsep LATGAB yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah. Keberagaman tersebut menjadi momentum untuk membangun semangat Bhinneka Tunggal Ika di kalangan generasi muda.


“Untuk membangun rasa cinta terhadap tanah air, kami membuat kegiatan latihan gabungan untuk membangun jiwa Bhinneka Tunggal Ika karena kegiatan LATGAB ini dihadiri oleh berbagai macam daerah,” tuturnya.


Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan kemerdekaan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan peserta maupun masyarakat sekitar. Pengibaran Bendera Merah Putih di Tebing Trolu dan Gua Ringi Ncanga menjadi pesan bahwa semangat cinta tanah air dapat diwujudkan melalui keberanian, kepedulian terhadap lingkungan, serta kerja sama lintas daerah.WACAN

Post a Comment

أحدث أقدم