Dari Kanvas ke Isu Lingkungan: Mahasiswi Unram Tuangkan Transisi Energi dalam Karya Lukis

 

Sumber:Wartawan LPM Dimensi

Mataram, dimensiumma.id- Isu transisi energi yang selama ini identik dengan pembahasan teknologi dan lingkungan ternyata dapat disampaikan melalui seni. Hal itu ditunjukkan oleh Kanaya, mahasiswi Universitas Mataram (Unram), yang berhasil meraih juara dua dalam lomba lukis bertema Perempuan dan Transisi Energi Berkeadilan pada rangkaian Wonderfest 2026. (31/05)


Melalui karyanya, kanaya menggambarkan peralihan penggunaan energi konvensional menuju energi terbarukan. Ia menampilkan visual kincir angin, panel surya, hingga bendungan sebagai simbol transformasi energi yang lebih ramah lingkungan.


“Temanya perempuan dan transisi energi berkeadilan. Jadi di gambar itu ada peralihan menuju kincir angin, panel surya, sampai bendungan,” ujar kanaya saat diwawancarai usai pengumuman pemenang.

Menurut Kanaya, ide tersebut lahir dari interpretasinya terhadap tema kegiatan Wonderfest. Ia berusaha menerjemahkan konsep energi berkeadilan ke dalam bentuk visual yang mudah dipahami oleh masyarakat.


Mahasiswi Unram tersebut mengaku mengetahui informasi lomba melalui media sosial. Ketertarikannya mengikuti kompetisi bukan semata-mata untuk meraih kemenangan, tetapi juga sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan kegiatan yang mengangkat isu lingkungan dan energi.


“Sebenarnya motivasinya untuk memeriahkan acaranya sih,” katanya.


Dalam proses pembuatan karya, Kanaya menggunakan cat akrilik sebagai media utama. Ia memilih teknik tersebut untuk menghasilkan warna yang lebih tegas dan mampu memperkuat pesan yang ingin disampaikan melalui lukisannya.


Keikutsertaan Kanaya menunjukkan bahwa isu transisi energi tidak hanya menjadi perhatian kalangan akademisi, pemerintah, maupun pegiat lingkungan. Generasi muda juga mulai mengambil peran dengan caranya sendiri, salah satunya melalui karya seni.


Lomba poster lukisan yang dihadirkan Wonderfest 2026 menjadi salah satu ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan pandangan mereka terhadap isu lingkungan. Karya-karya yang dipamerkan tidak hanya mengandung nilai artistik, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya transisi energi yang berkelanjutan dan inklusif.JUANG

Post a Comment

Previous Post Next Post