Peserta Keluhkan Penerapan Aturan dan Fasilitas PKKMB UMMat

Sumber: Wartawan LPM Dimensi

Mataram, dimensiummat.id— Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) menuai sejumlah keluhan dari mahasiswa baru. Keluhan tersebut meliputi kepadatan ruangan, keterbatasan fasilitas kamar mandi, hingga penerapan konsekuensi terhadap peserta yang dinilai tidak menaati aturan.(21/09/26) 


Sejumlah mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan di auditorium mengeluhkan kondisi ruangan yang dinilai terlalu padat dan kurang nyaman. Selain itu, peserta juga mengaku merasakan kondisi ruangan yang panas meskipun pendingin ruangan telah dinyalakan.


“Sempit, terus panas. AC-nya dinyalain, tapi nggak dingin,” ujar salah seorang mahasiswa baru saat ditemui di lokasi kegiatan.


Keluhan lainnya berkaitan dengan fasilitas kamar mandi. Peserta mengaku harus mengantre karena akses kamar mandi yang tersedia dianggap tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan.


“Toilet cuma satu. Gimana, orang dari tadi pengen ke air, Ngantri. Makanya kita telat makan,” ungkap peserta lainnya.


Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Koordinator Komando (Korkom) PKKMB bidang Masta membenarkan bahwa kondisi fasilitas, khususnya ruangan dan kamar mandi, belum sepenuhnya memadai untuk menampung jumlah peserta.


Ia menjelaskan, sebelumnya pihak Masta telah mengusulkan penggunaan delapan ruangan. Namun, berdasarkan arahan pengarah kegiatan, Wakil Rektor III UMMat, pelaksanaan akhirnya dilakukan dengan menggunakan dua ruangan.


“Kemarin juga kami dari pihak Masta telah berdebat meminta untuk ruangannya itu sebanyak delapan, cuma dari WR III meminta hanya dua ruangan,” jelasnya.


Menurutnya, kondisi tersebut kemudian menyebabkan peserta yang berada di auditorium menjadi terlalu padat. Ia mengatakan persoalan tersebut akan menjadi bahan evaluasi pihak Masta untuk disampaikan kepada pengarah kegiatan.


“Realitasnya yang terjadi memang ruangannya sekarang padat, full, kebanyakan mahasiswa di auditorium. Oleh karena itu, ini akan menjadi evaluasi kami dari Masta untuk kami sampaikan secara langsung kepada pengarah,” katanya.


Persoalan serupa juga terjadi pada fasilitas kamar mandi. Pihak panitia mengakui bahwa fasilitas yang tersedia belum memadai untuk jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.400 mahasiswa.


“Ya, tidak memadai memang. Ya, itu akan menjadi evaluasi kami untuk kami sampaikan ke pengarah tadi, Wakil Rektor III,” ujarnya.


Selain fasilitas, sejumlah mahasiswa baru juga menyoroti penerapan aturan selama PKKMB. Mereka mempertanyakan konsekuensi yang diberikan kepada peserta yang terlambat maupun yang dinilai tidak menjalankan ketentuan terkait kedisiplinan dan penampilan.


Salah seorang peserta mengatakan dirinya merasa keberatan karena telah berusaha mengikuti ketentuan yang diberikan, sementara masih terdapat peserta lain yang datang terlambat atau tidak mengikuti aturan tanpa mendapatkan konsekuensi yang dianggap setimpal.


“Harusnya yang telat juga dikasih sanksi. Kita rela bangun pagi-pagi, mereka seenaknya datang jam enam, jam tujuh. Kita yang bangun pagi-pagi kayak sama aja dong sama mereka yang telat-telat itu,” ungkapnya.


Peserta lainnya juga menyoroti aturan mengenai panjang rambut. Ia mengaku telah mengikuti arahan panitia untuk merapikan rambut sesuai ketentuan, namun melihat masih terdapat peserta lain yang dinilai belum mengikuti aturan tersebut.


“Katanya kan harus dua senti, tapi kok yang lainnya masih ada yang panjang,” katanya.


Menanggapi keluhan mengenai konsekuensi terhadap peserta yang melanggar, pihak panitia menjelaskan bahwa PKKMB tahun ini tidak lagi menerapkan hukuman yang bersifat kekerasan fisik.


“Memang kita tidak sudah mengimplementasikan budaya kekerasan fisik, hukuman, dan lain sebagainya,” jelas pihak panitia.


Sebagai gantinya, peserta yang terlambat atau melakukan pelanggaran diberikan teguran agar tidak mengulangi kesalahan pada hari berikutnya.


“Kita berikan teguran terlebih dahulu agar tidak diulangi untuk hari esoknya. Kita berikan teguran dengan teguran pertama saja,” lanjutnya.


Sementara itu, terkait keluhan mengenai kondisi ruangan yang panas, pihak panitia mengaku baru menerima informasi tersebut dari peserta. Keluhan tersebut akan disampaikan kepada pihak terkait untuk menjadi bahan evaluasi.


“Saya juga baru mendengarkan terkait dengan ini. Barangkali terima kasih, bisa saya sampaikan di atas nanti untuk dievaluasi lagi,” ujarnya.

Dengan berbagai keluhan yang muncul, pihak panitia menyatakan persoalan kepadatan ruangan dan keterbatasan fasilitas akan menjadi bahan evaluasi pelaksanaan PKKMB selanjutnya.WACAN

Post a Comment

Previous Post Next Post