Sangat Kreatif, Mahasiswa KKN UMMat Dorong Pengembangan UMKM melalui Inovasi Cookies dan Teh Daun Kelor di Desa Oi Saro

Foto Cookies kelor dan teh daun kelor hasil olahan mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Oi Saro.

Sumber: Dokumen KKN Kelompok 7


Bima, dimensiummat.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMMAT Angkatan 40 Kelompok 7 melaksanakan pelatihan pengolahan daun kelor menjadi cookies kelor dan teh daun kelor di Posko KKN UMMat Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, pada kamis (6/8). Kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pemanfaatan potensi lokal melalui inovasi produk pangan bergizi sekaligus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis sumber daya desa.


Mahasiswa KKN UMMAT, Sasmita, menjelaskan bahwa program tersebut dipilih karena melihat potensi tanaman kelor di Desa Oi Saro yang sangat melimpah, namun pemanfaatannya masih belum optimal.


"Selama ini daun kelor lebih banyak dimanfaatkan sebagai sayuran. Padahal, daun kelor dapat diolah menjadi berbagai produk yang lebih menarik dan memiliki nilai jual lebih tinggi, seperti cookies kelor dan teh daun kelor. Selain mudah dibuat, produk ini juga berpotensi menjadi peluang usaha bagi masyarakat," jelasnya.


Pelatihan yang diikuti oleh ibu-ibu TP-PKK Desa Oi Saro diawali dengan penyampaian materi mengenai kandungan gizi dan manfaat daun kelor. Selanjutnya, peserta mempraktikkan secara langsung pembuatan cookies kelor dengan menyiapkan bahan-bahan, mencampurkan bubuk daun kelor ke dalam adonan, kemudian mencetak dan memanggangnya hingga siap dikonsumsi.


Sementara itu, pembuatan teh daun kelor dilakukan dengan memilih daun kelor yang masih baik, kemudian dijemur hingga benar-benar kering. Setelah kering, daun kelor diblender secara kasar lalu dimasukkan ke dalam kantong atau wadah teh. Untuk penyajiannya, teh cukup diseduh menggunakan air panas beberapa menit hingga siap dinikmati.


Ketua TP-PKK Desa Oi Saro, Astuti, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat tentang manfaat daun kelor yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.


"Program ini sangat baik untuk dijadikan ide usaha UMKM. Di Desa Oi Saro, daun kelor tumbuh sangat banyak dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Selama ini masyarakat hanya memanfaatkannya sebagai sayuran. Melalui pelatihan ini, kami mengetahui bahwa daun kelor dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Saya berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya UMKM berbasis daun kelor yang dikelola masyarakat secara berkelanjutan," ujar astuti.


Sementara itu, mahasiswa KKN UMMat, Astrid, mengatakan program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai ekonomi daun kelor, tetapi juga mendukung peningkatan kesehatan masyarakat.


"Dari sisi kesehatan, kami berharap cookies kelor dan teh daun kelor dapat menjadi alternatif pangan bergizi karena daun kelor kaya akan vitamin A, zat besi, kalsium, dan berbagai nutrisi penting lainnya. Produk ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi balita, ibu hamil, dan lansia serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi pangan lokal yang sehat," katanya.


Astrid menambahkan, dari sisi ekonomi, pelatihan ini diharapkan mampu memberdayakan ibu-ibu TP-PKK agar dapat memproduksi dan memasarkan produk olahan daun kelor secara mandiri.


"Kami berharap setelah pelatihan ini terbentuk kelompok usaha yang mampu memproduksi cookies dan teh daun kelor secara berkelanjutan. Kami juga berharap adanya dukungan dari pemerintah desa dan puskesmas agar produk ini dapat dimanfaatkan dalam kegiatan posyandu maupun sebagai makanan tambahan di PAUD. Dengan demikian, program ini tidak berhenti setelah KKN selesai, tetapi terus memberikan manfaat bagi kesehatan dan perekonomian masyarakat Desa Oi Saro," tambahnya.


Salah seorang peserta pelatihan, Nining Haryani, S.Pd., mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.


"Pelatihan ini menambah wawasan kami mengenai manfaat daun kelor. Ternyata daun kelor tidak hanya dapat dijadikan sayur, tetapi juga bisa diolah menjadi cookies, teh, dan berbagai produk lain yang memiliki nilai jual. Saya tertarik untuk terus membuat dan mengembangkan produk ini karena memiliki peluang usaha yang menjanjikan dan dapat menambah penghasilan keluarga," ungkapnya.


Melalui pelatihan ini, Mahasiswa KKN UMMat Angkatan 40 Kelompok 7 berharap inovasi pengolahan daun kelor menjadi cookies dan teh tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga menjadi langkah awal lahirnya UMKM berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Oi Saro secara berkelanjutan. (Husnul)

Post a Comment

أحدث أقدم