Gelar Sosialisasi Eco Enzyme, Mahasiswa KKN UMMat Berdayakan Masyarakat Dusun Busur Barat

Sumber gambar: Dokumen KKN kelompok 5

Lombok Utara, Dimensiummat.id-Kelompok 5 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMMat melakukan sosialisasi Eco Enzyme di Dusun Busur Barat, Desa Rempek Darussalam, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Selasa 28 Juli 2026. Penyelenggaraan sosialisasi ini dihadiri oleh dua dosen Fakultas Pertanian UMMat, yaitu Earlyna Sinthia Dewi, S.T., M.Pd. dan Muliatiningsih, S.P., M.P. sebagai narasumber. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelolah limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat sekaligus ramah lingkungan.


Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UMMat, Suhairin, S.P., M.Si., menegaskan pentingnya sosialisasi Eco Enzyme sebagai upaya mengurangi sampah organik rumah tangga dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.


"Sosialisasi ini penting dilakukan karena sampah tersebut dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti pupuk organik, pembersih piring, pembersih keramik, dan lain sebagainya," ujar Suhairin.


Lebih lanjut, Suhairin, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat agar lebih kreatif dan mandiri.


Kepala Dusun Busur Barat, Minadin, menyampaikan apresiasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UMMat selama mengabdi di wilayahnya.


"Alhamdulillah, semua kegiatan yang telah diadakan oleh mahasiswa KKN UMMat sangat berkesan di dusun kami, Dusun Busur Barat. Mulai dari program pembangunan gerbang batas dusun, kegiatan mengajar TPK dan mengajar di sekolah, kemudian program Eco Enzyme yang hari ini juga terlaksana dengan baik. Mudah-mudahan semua kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi warga Dusun Busur Barat," ungkapnya.


Kemudian, salah seorang masyarakat Dusun  Busur Barat, Pak Alang, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut sangat bermanfaat dan bermakna bagi mereka, meskipun sosialisasi yang digelar cukup singkat menurutnya.

"Eco Enzyme bukan hanya sebagai alat pembersih, tetapi juga menjadi salah satu kebutuhan kami di wilayah perkebunan, yaitu sebagai pupuk untuk tanaman," tuturnya.


Sementara itu, Humas Kelompok 5, Adiansyah, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik.


"Sosialisasi ini kami laksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat Eco Enzyme sekaligus mendorong pemanfaatan limbah organik agar lebih bernilai, " ujarnya.


Lebih lanjut, Adiansyah berharap masyarakat dapat mempraktikkan cara pengolahan sampah organik menjadi Eco Enzyme secara mandiri sehingga memberikan manfaat yang luas dan membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. (WAKUS)

Post a Comment

أحدث أقدم