![]() |
| Sumber: LPPM UMMat |
Tahun ini, KKN Reguler UMMat mengusung tema "Merawat Kearifan Lokal dan Memperkuat Inovasi Pemberdayaan Menuju Masyarakat Berkemajuan".
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMMat, Dr. Sri Rejeki, menyampaikan bahwa jumlah peserta tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.018 mahasiswa.
"Tahun sekarang ada 985, sedangkan tahun kemarin 1.018 mahasiswa," ujar Sri Rejeki.
Ketua LPPM menegaskan, penurunan jumlah peserta ini dikarenakan sebagian mahasiswa mengikuti program pengabdian lain yang dikonversi atau diakui setara dengan KKN. Salah satunya adalah mahasiswa yang memenangkan hibah pengabdian.
"Untuk tahun ini, ada sekitar 25 lebih mahasiswa yang ikut dalam kegiatan pengabdian berdampak ke Aceh, dan ada yang ikut kegiatan hibah Ormawa. Sehingga mahasiswa diberikan keringanan karena itu setara dengan KKN," tegasnya.
Sebanyak 985 mahasiswa KKN Reguler tersebut dibagi menjadi 63 kelompok yang tersebar di seluruh wilayah NTB. Mereka diterjunkan dengan dua skema utama: Teknologi Tepat Guna (TTG) berbasis Sistem Informasi Desa (SID), serta Teknologi Tepat Guna Umum (TTGU) yang mencakup bidang Desa Tangguh Bencana, Kesehatan, dan Sosial Kemasyarakatan.
Sri Rejeki menjelaskan, skema TTG berbasis SID merupakan hasil kerja sama antara LPPM UMMat dengan Bappeda untuk membina desa yang belum melek digital. Sebanyak 11 desa menjadi sasaran utama pengembangan SID demi penguatan desa berdaya di Provinsi NTB.
"Jadi yang TTG berbasis SID, LPPM Universitas Muhammadiyah Mataram bekerja sama dengan Bappeda untuk melaksanakan pembinaan kepada desa yang belum memiliki SID, sehingga nanti mereka akan memiliki sistem informasi desa yang baik," jelasnya.
Sri berharap, KKN tahun ini dapat meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi sarana promosi institusi untuk menarik minat calon mahasiswa baru.JUANG

إرسال تعليق