![]() |
| Sumber: wartawan LPM Dimensi |
Mataram, dimensiummat.id – Sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) mengeluhkan belum diterimanya dukungan anggaran untuk mengikuti Expo UMMat, meskipun sebelumnya pihak kampus disebut telah menyampaikan komitmen untuk mendukung partisipasi organisasi mahasiswa dalam kegiatan tersebut.(03/06/26)
Kekecewaan muncul setelah beberapa UKM mengetahui bahwa organisasi lain telah menerima bantuan dana, sementara mereka belum memperoleh anggaran maupun informasi resmi terkait alasan keterlambatan pencairan tersebut.
Salah satu ketua UKM yang belum menerima dukungan anggaran mengaku kecewa terhadap kebijakan yang diterapkan universitas. Menurutnya, kampus sebelumnya telah menyampaikan bahwa organisasi mahasiswa akan mendapat dukungan untuk menyukseskan Expo.
“Kecewa saja dengan birokrasi universitas yang ternyata tidak mendukung kreativitas kami di UKM. Padahal sebelumnya disampaikan bahwa kegiatan Expo akan didukung,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan mengapa hanya sebagian organisasi yang memperoleh bantuan anggaran.
“Yang paling membuat kami kecewa adalah kenapa hanya kami yang tidak mendapatkan support anggaran, sedangkan ormawa universitas lainnya mendapat dukungan. Selain itu, tidak ada konfirmasi kepada kami apabila memang tidak disupport,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan LPM Dimensi. Dalam wawancara dengan Wakil Rektor III, pengurus LPM Dimensi menjelaskan bahwa mereka telah mengajukan proposal dukungan kegiatan. Namun hingga menjelang pelaksanaan Expo, dana yang diharapkan belum juga diterima.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III menjelaskan bahwa kendala utama berada pada aspek administrasi organisasi. Menurutnya, proposal yang diajukan masih menggunakan tanda tangan ketua lama meskipun proses pemilihan kepengurusan baru telah selesai dilaksanakan.
“Dimensi kenapa mengajukan ketua yang lama?” ujarnya.
Pihak LPM Dimensi menjelaskan bahwa pengurus baru belum memperoleh Surat Keputusan (SK) resmi dari universitas. Karena itu, proposal masih menggunakan nama dan tanda tangan pengurus sebelumnya.
Namun, Wakil Rektor III menilai bahwa setelah musyawarah besar dan pemilihan kepengurusan selesai, pengurus lama secara substansi sudah tidak lagi menjalankan fungsi organisasi. Ia mempertanyakan penggunaan tanda tangan pengurus demisioner dalam dokumen pengajuan.
“Yang akan membuat laporan pertanggungjawaban nantinya bukan pengurus lama, melainkan pengurus baru yang akan disahkan melalui SK,” jelasnya.
Meski demikian, sejumlah UKM menilai persoalan administrasi seharusnya dapat dikomunikasikan lebih awal agar tidak menghambat persiapan kegiatan. Mereka berharap adanya transparansi dan penyampaian informasi yang lebih jelas dari pihak kampus terkait mekanisme pencairan dana maupun syarat administrasi yang harus dipenuhi.
Menurut Wakil Rektor III, dukungan yang diberikan kampus dalam Expo difokuskan pada karya dan kreativitas mahasiswa yang ditampilkan selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, UKM yang belum menerima bantuan berharap kampus dapat memberikan perlakuan yang setara kepada seluruh organisasi mahasiswa. Mereka menilai dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan merupakan bagian penting dalam mendorong kreativitas, prestasi, dan partisipasi mahasiswa di lingkungan kampus.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi mengenai jumlah UKM yang menerima dukungan anggaran, jumlah organisasi yang belum menerima bantuan, maupun mekanisme penetapan penerima dana untuk kegiatan Expo UMMat tahun 2026.WACAN

إرسال تعليق