Tempat Hidden Gem dan Murah Di Mataram, RCoffe Tawarkan Kopi Bonbon Spanyol Dengan Wi-fi Kencang

Sumber:Wartawan LPM Dimensi


Mataram, Dimensiummat.id- Di tengah maraknya kedai kopi modern dengan konsep mewah dan harga tinggi, Mahasiswa alumni universitas Muhammadiyah mataram membuka kedai kopi sederhana dengan harga terjangkau dan terinspirasi dari budaya ngopi di malang (28/05/26).

RCoffe merupakan kedai kopi yang dibangun karena cita - cita pemilik yang ingin memiliki warung kopi kecil sebagai tempat bertukar cerita dan pengalaman, sang pemilik mengaku tidak masalah berapapun omzet yang dihasilkan dari menjual kopi “saya punya keinginan, punya mimpi. Mimpi saya dulu itu minimal saya punya warung kopi kecil, saya gak peduli berapa omzet saya”. Tuturnya
Nama “Rcoffe” ternyata menyimpan filosofi yang cukup personal. Pemilik kedai mengungkapkan bahwa nama tersebut diambil dari nama anaknya, Raska, sebagai bentuk doa agar usaha yang dibangun dapat menjadi sumber rezeki dan keberkahan bagi keluarga.

Sebelum mendirikan Air Kofi, sang pemilik pernah membuka usaha kopi bernama “Kopimu 1912” yang terinspirasi dari tahun berdirinya Muhammadiyah. Dari pengalaman itulah lahir semangat untuk kembali membangun kedai dengan konsep yang lebih dekat dengan mahasiswa dan masyarakat sekitar.
“Dari dulu memang bercita - cita punya warung kopi kecil. Tempat orang bisa datang ngobrol, bertukar cerita, dan merasa nyaman,” ujarnya saat berbincang santai.

Menu yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari kopi hingga minuman non-kopi seperti jus. Salah satu menu andalan mereka adalah kopi bonbon, minuman khas Valencia, Spanyol, yang memadukan espresso dengan susu kental manis. Selain itu, tersedia juga long black dengan cita rasa khas. Meski mengusung konsep sederhana, Rcoffe tetap memperhatikan kenyamanan pelanggan. Kedai sederhana ini menyediakan Wi-Fi cepat dan buku bacaan gratis yang bisa dinikmati pengunjung, khususnya mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas atau sekadar berdiskusi santai.
Perjalanan membangun usaha ini tentu tidak mudah. Modal awal yang digunakan sekitar Rp12 juta dengan pembelian alat kopi secara bertahap. Beberapa peralatan bahkan dibeli dalam kondisi bekas, namun masih berkualitas baik untuk menekan biaya operasional.

“Kalau mau mulai usaha kopi, tidak harus langsung besar. Yang penting jalan dulu, alat bisa dibeli pelan-pelan,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya memahami harga pokok produk (HPP) dalam menjalankan bisnis. Menurutnya, banyak usaha kecil gagal berkembang karena tidak menghitung keuntungan dan biaya operasional secara tepat.

Saat ini, omzet harian Air Kofi berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per hari. Meski belum sebesar kedai kopi modern dengan modal miliaran rupiah, Air Kofi tetap bertahan dengan ciri khasnya sendiri: harga ramah mahasiswa dan suasana hangat yang sulit ditemukan di tempat lain.

Bagi pemiliknya, keberhasilan sebuah kedai kopi bukan hanya soal keuntungan besar, tetapi bagaimana tempat itu bisa menjadi ruang nyaman bagi orang-orang untuk pulang sejenak dari penatnya aktivitas sehari-hari. JUANG

Post a Comment

Previous Post Next Post