Mataram,dimensiummat.id- Pada Jumat malam, 22 Mei 2026 Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhamadiyah Mataram melakukan nobar Pesta Babi dan Mendiskusikan, namun dihadapkan oleh aparat keamanan kampus (Satpam) Atas Intruksi dari Rektor beserta Pihak Birokrasi yang berada di ruang lingkup Kampus tersebut.
Kalo kita mengerucuti diatur dalam tridharma Universitas Muhamadiyah Mataram atau Tujuan Muhamadiyah membebaskan Manusia Dari belenggu Kebodohan dan Kezoliman tapi justru bertentangan dengan intruksi rektor universitas Muhamadiyah Mataram membubarkan aktivitas Mahasiswa yang berbaur keilmuan seperti Nobar Film Pesta Babi dan menguji kebenaran serta mendiskusikan di ruang lingkup Universitas Muhamadiyah Mataram.
Di sisi lain, instruksi itu juga bertentangan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia yang mengatakan bahwa Nobar pesta babi Itu sebagai ajang untuk bahan diskusi serta bertukar pikiran untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.
Watak Birokrasi UMMAT yang mencerminkan ketidak berpihak kepada ilmu pengetahuan serta melanggar hak asasi Manusia termasuk membatasi hak-hak Mahasiswa untuk melakukan aktivitas akademik dan non akademik. Sebenarnya Mahasiswa harus menyadari hal demikian bahwa tanpa uang spp mereka tidak bisa apa-apa termasuk melakukan penindasan dan kezoliman nyata terhadap Mahasiswa.
Ketikan Mahasiswa hanya diam diri tanpa ada gelombang perlawanan terhadap Watak Rektor UMMAT yang Se-otoriatrisme Suharto se-fasis Hitler makan tidak akan lama penghancuran yang dirasakan oleh Mahasiswa akan segera terjadi bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Seperti halnya SPP naik, penarikan uang Magang/PKL, KKN, uang pembagunan yang tidak ada sama sekali setransparan tanpa melibatkan semua elemen Mahasiswa dalam bentuk pembentukan kebijakan.
Oleh sebab itu kami dari Mahasiswa fisipol kecewa atas tindakan sepihak yang di ambil oleh Rektor Universitas Muhamadiyah Mataram tanpa ada dialog terbuka bersama Mahasiswa dalam menentukan setiap keputusan yang di rasakan oleh Mahasiswa itu sendiri.
Kita pastikan akan ada gelombang protes yang akan terus terjadi di universitas Muhammadiyah Mataram, jikalau ruang kebebasan di bungkam, korupsi, kolusi, dan nepotisme SPP mahasiswa terus terjadi di ruang lingkup kampus universitas Muhammadiyah Mataram. Maka kami akan menyalakan api. Anti

إرسال تعليق