RENCANA AKTIVITAS TAMBANG DI KECAMATAN PARADO – IMPLIKASI TERHADAP MASYARAKAT PETANI DAN EKOSISTEM PESISIR
Dokumentasi
Mataram, dimensiummat.id- Kecamatan Parado merupakan wilayah yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani, sekaligus memiliki potensi ekosistem pesisir dan wilayah perairan yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat seperti pertanian, dan perikanan. Rencana masuknya aktivitas tambang di wilayah parado menjadi isu krusial yang memerlukan analisis komprehensif terkait dampak potensial terhadap mata pencaharian masyarakat dan kelestarian sumber daya alam lokal.
Lebih penting lagi, sejarah penolakan terhadap tambang di wilayah parado pada tahun 2011 menjadi latar belakang krusial yang tidak dapat diabaikan.Pada tahun 2011, upaya masuknya aktivitas tambang di Kecamatan Parado menimbulkan perlawanan dari sebagian besar masyarakat, yang kemudian berkembang menjadi konflik horizontal antar masyarakat serta benturan dengan aparat kepolisian. Peristiwa tersebut mengakibatkan dampak yang sangat menyakitkan, termasuk kasus pembacokan dan peluru nyasar yang menimbulkan korban di antara masyarakat dan aparat penegak hukum.
Pengalaman ini menjadi bukti bahwa isu tambang tidak hanya berdampak pada lingkungan dan ekonomi, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas sosial dan keamanan masyarakat.
Dampak Potensial terhadap Sektor Pertanian
Sebagai sektor utama yang menjadi sandaran ekonomi masyarakat, pertanian di Kecamatan Parado akan menghadapi risiko signifikan akibat aktivitas tambang, antara lain:
Penurunan Kesuburan Lahan: Proses eksploitasi tambang dapat menyebabkan erosi tanah, perubahan komposisi kimia tanah, dan sedimentasi yang mengurangi produktivitas lahan pertanian.
Pencemaran Sumber Air: Limbah cair dan padat dari tambang berpotensi mencemari sumber air permukaan sungai, danau, serta air tanah yang digunakan untuk irigasi dan kebutuhan sehari-hari. Kontaminasi logam berat atau zat kimia berbahaya dapat merusak kualitas tanah dan membuat hasil panen tidak layak konsumsi.
Dampak Potensial terhadap Ekosistem Pesisir dan Perairan
Kedekatan wilayah Kecamatan Parado dengan laut memperluas cakupan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh aktivitas tambang, antara lain:
Kerusakan Ekosistem Pesisir: Sedimentasi akibat erosi tanah dari area tambang dapat menyumbat muara sungai, merusak terumbu karang, padang lamun, dan kawasan mangrove yang berperan sebagai penyangga alam terhadap abrasi pantai serta habitat bagi biota laut.
Penurunan Potensi Ekonomi Pesisir: Degradasi ekosistem pesisir akan berdampak pada sektor pariwisata pantai dan budidayaan perikanan, yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi alternatif yang berkelanjutan.
Rencana masuknya aktivitas tambang di Kecamatan Parado tidak dapat dipisahkan dari sejarah konflik tahun 2011 yang meninggalkan bekas mendalam bagi masyarakat. Sebagai wilayah yang bergantung pada sektor pertanian dan potensi ekosistem pesisir, keputusan terkait tambang harus didasarkan pada prinsip transparansi, keadilan, dan prioritas pada kesejahteraan masyarakat jangka panjang.
ANTI

إرسال تعليق