Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Fakultas Teknik, menggelar aksi unjuk rasa menyuarakan berbagai tuntutan kepada pihak rektorat universitas Muhammadiyah Mataram.
Dokumentasi massa aksi
Mataram, dimensiummat.id- Senin 9 Februari 2026 Sejumlah Mahasiswa Fakultas Teknik menggelar aksi unjuk rasa guna menyuarakan berbagai tuntutan kepada pihak rektorat universitas Muhammadiyah Mataram. Massa aksi berasal dari mahasiswa Teknik Tambang, Teknik Sipil, Teknik Geologi, dan beberapa jurusan teknik lainnya.
Dalam keterangan kepada Media LPM UMMat Furkan Lord, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) I, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan lanjutan dari gerakan yang telah dilakukan sejak tahun 2024. Menurutnya, hingga saat ini belum ada progres signifikan dari pihak birokrasi kampus terhadap tuntutan mahasiswa sebelumnya.
“Kami sudah melakukan aksi besar pada 2024, bahkan sempat melakukan pemboikotan di Fakultas Teknik. Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut nyata,” ujarnya.
Mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan utama. Poin pertama adalah
Pembangunan jembatan lanjutan menuju Fakultas Teknik yang sebelumnya dijanjikan selesai pada 2024 dan kemudian mundur ke 2025. Namun hingga kini proyek tersebut disebut masih terbengkalai.
Tuntutan kedua berkaitan dengan kondisi sarana dan prasarana di Fakultas Teknik, seperti ruang kelas, kursi, serta fasilitas penunjang pembelajaran lainnya yang dinilai belum memadai.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kenaikan SPP sejak 2023 yang dinilai terus meningkat setiap tahun, namun tidak diimbangi dengan perbaikan fasilitas.
“SPP naik, tapi kami tidak melihat alokasi yang jelas terhadap peningkatan kualitas sarana,” tambah Furkan Lord.
Mahasiswa juga mempersoalkan laboratorium dan biaya praktikum. Mereka mengaku tetap membayar biaya praktikum setiap semester, tetapi pelaksanaan praktik dinilai tidak berjalan optimal.
Sementara itu, Agus selaku Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa Teknik sekaligus Ketua BEM Fakultas Teknik, menegaskan bahwa pihaknya membawa enam poin tuntutan kepada rektorat.
Poin utama yang ditekankan adalah percepatan pembangunan gedung Fakultas Teknik yang disebut telah mangkrak sejak September 2025. Meski saat ini pihak rektor belum memberikan keterangan, mahasiswa meminta bukti konkret bahwa pembangunan benar-benar dilanjutkan hingga selesai.
“Kami butuh kepastian, bukan sekadar janji. Gedung ini sangat penting untuk proses akademik,” kata Agus.
Ia juga menyoroti keterbatasan ruang praktikum, di mana satu ruangan harus digunakan untuk beberapa mata kuliah sekaligus. Bahkan, mahasiswa Teknik Geologi disebut belum memiliki alat praktikum sendiri dan harus meminjam dari Teknik Pertambangan.
“Kondisi ini jelas menghambat proses belajar Fakultas Teknik seharusnya memiliki fasilitas praktikum yang memadai,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa.
Melalui aksi ini, Aliansi Mahasiswa Teknik mendesak pihak rektorat segera memberikan solusi konkret, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta melakukan evaluasi transparan terhadap penggunaan anggaran pendidikan demi menunjang kualitas pembelajaran di Fakultas Teknik. Wakus

Post a Comment