Mahasiswa Teknik Gelar Aksi Jilid II, Desak Rektorat Percepatan Gedung Teknik

 

Sumber foto: wartawan dimensi


Mataram, dinensiummat.id- Selasa 10 Februari 2026 Aliansi Mahasiswa Fakultas Teknik kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Mataram. Aksi ini merupakan lanjutan dari gerakan sebelumnya yang menuntut perbaikan fasilitas, kejelasan pembangunan infrastruktur, serta transparansi pengelolaan anggaran pendidikan di Fakultas Teknik.


Massa aksi yang terlibat berasal dari mahasiswa Teknik Tambang, Teknik Sipil, Teknik Geologi, dan sejumlah program studi teknik lainnya. Mereka menyuarakan kekecewaan terhadap belum adanya respons konkret dari pihak rektorat atas tuntutan yang telah disampaikan sejak aksi sebelumnya.


Koordinator Lapangan I, Furkan Lord , menyampaikan bahwa mahasiswa menilai pihak kampus belum menunjukkan itikad serius dalam menindaklanjuti berbagai persoalan yang diangkat.

“Jika tidak ada respons serius dari pihak kampus, kami akan melakukan konsolidasi lanjutan, termasuk membuka opsi pemboikotan kegiatan perkuliahan sebagai bentuk tekanan moral,” ujarnya.


Mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan, di antaranya pembangunan jembatan menuju Fakultas Teknik yang tak kunjung rampung, kondisi sarana dan prasarana pembelajaran yang dinilai belum memadai, serta kenaikan SPP yang disebut tidak sebanding dengan peningkatan kualitas fasilitas.


Selain itu, laboratorium dan pelaksanaan praktikum juga menjadi perhatian. Mahasiswa menilai fasilitas praktikum masih terbatas, bahkan beberapa program studi disebut belum memiliki peralatan sendiri.


Sementara itu, Agus, Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa Teknik sekaligus Ketua BEM Fakultas Teknik, menegaskan bahwa aksi jilid II ini menjadi peringatan lanjutan bagi pihak rektorat agar segera memberikan tanggapan resmi.

“Jika rektor belum juga memberikan tanggapan atas tuntutan kami, maka aksi akan terus dilakukan secara berjilid-jilid sampai ada kejelasan,” tegasnya.


Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyuarakan pentingnya ruang akademik yang terbuka terhadap kritik serta mengedepankan dialog. Mereka berharap tuntutan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti demi menunjang kelancaran proses pembelajaran di Fakultas Teknik.


Hingga berita ini diturunkan, pihak rektorat Universitas Muhammadiyah Mataram belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan mahasiswa dalam aksi jilid II tersebut.  Wakus

Post a Comment

Previous Post Next Post