Mataram, dimensiummat.id -Sekarang umurnya 10 bulan, namanya Putri Hafisah, sejak umurnya memasuki 2 minggu, ujian hidup datang menimpa nya. Putri harus bergelut dengan rasa sakit setiap hari.
Pada saat diserang penyakit, pipi kanan dekat telinga Putri terdapat benjolan, dan hanya bisa mengekspresikan penderitaan yang dialaminya hanya melalui isak tangis setiap hari.
Orang tua Putri memutuskan berobat ke Puskesmas dan di rujuk ke RSUD provinsi. Meskipun sempat ditangani selama dua bulan, orang tua Putri memutuskan untuk pulang karena kesulitan biaya hidup selama menjalani pengobatan di RSUD NTB.
Dokter specialis anak RSUP NTB yang menangani penyakit Putri menyarankan agar Putri kembali bulan Oktober 2025 untuk melanjutkan pengobatan di poli anak RSUD NTB.
Namun karena orang tua Putri tidak memiliki biaya, Putri menanggung rasa sakitnya di rumah. Orang tua Putri tidak bisa berbuat apa-apa.
Melihat kondisi pasien yang makin memburuk, para tetangga yang terpanggil, akhirnya mengumpulkan uang demi Putri bisa dirujuk ke RSUP NTB. Jum'at pagi sekitar pukul 9.30 wita, Putri bersama nenek dan ibunya tiba di RSUP NTB dan menempati rumah singgah RSUP NTB.
Karena Putri terus menangis menahan rasa sakitnya, salah satu pengurus FPMR bernama wikas dan ketua RT Rumah singgah langsung membawa Putri ke IGT untuk dilakukan tindakan medis.
Dunia tidak menyambut baik kedatangan Putri, karena miskin, pemerintah setempat mengabaikan penderitaan Putri hingga kondisinya terus memburuk.
Jika negara tidak menginginkan Putri terus hidup dengan sehat, maka kami akan mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran agar kedepan Putri bisa tersenyum ceria menjalani hidup.
Jika Kepala desa, camat, bupati dan Gubernur NTB lebih sibuk berbicara uang dan mengabaikan penderitaan rakyat kecil, Kami siap menjadi perampok demi kesembuhan putri.
Kami siap mempertaruhkan segalanya demi menjamin hak hidup Putri. Semoga Tuhan semesta alam memberi kita jalan lapang dan kekuatan untuk kesembuhan Putri. ANTI
Oleh: DPP FPMR

إرسال تعليق