BUNUH AKU!

 

Sumber: kompas.com

BUNUH AKU! 

Oleh:Nurul Aulia


Kepada para tikus pengerat negeri,

Aku tahu betul rancangan sunyi yang kalian siapkan untuk kematianku.

Tenang saja, aku akan mengabulkan igauan busuk itu

Namun, persyaratannya tertulis mutlak di atas darah.

​Kalian membenci bibir ini,

Karena ia berdengung terlalu berisik seperti kawanan lebah kelaparan,

Dan terpoles gincu merah membara

Warna yang sama persis dengan darah yang kalian isap dari rakyat.

​Kalian juga takut pada mataku,

Yang terlalu lancang menatap borok dan kemunafikan di balik singgasana kalian.

Kalian benci telingaku,

Yang terlampau jeli mendengar ratapan yang kalian redam dalam gelap.

Dan hidung ini yang muak mencium bau busuk kekuasaan kalian yang bersembunyi di balik wangi pencitraan.

​Silakan. Siksa aku.

Cabut mataku agar aku tak lagi melihat kelakuan jahanam kalian.

Potong telingaku agar aku tak lagi mendengar kebohongan yang kalian ucapkan.

Robek bibir dan bungkam mulut ini,

Jadikan potongan-potongan tubuhku sebagai trofi kemenangan di atas takhta kalian.

​Tapi dengarkan baik-baik syarat terakhirku:

Jangan biarkan semuanya mati sia-sia.

Ambil sisa diriku,

Dan lemparkan ke tengah hutan yang kalian bakar habis.

​Biarkan mataku yang tercabut meresap ke dalam tanah, menjadi bara yang mengawasi kejatuhan kalian.

Biarkan telingaku menyatu dengan angin, mendengar tangis pohon-pohon yang kalian musnahkan.

Dan biarkan bibir serta lidahku menyatu dengan abu kayu yang hangus

Agar hutan-hutan itu bisa bernyanyi kembali, melantunkan melodi paling pilu tentang bagaimana rasanya dibunuh dalam senyap oleh keserakahan kalian.

​Wahai para bangkai penguasa negeri,

Apakah kalian cukup bernyali untuk menerima syarat ini?

Post a Comment

Previous Post Next Post