Truk Pupuk Terbalik di Tanjakan Sempit Lambitu, IML-MATARAM Desak Pemerintah Daerah Bertindak


Sumber gambar: Wartawan LPM Dimensi

BIMA, Dimensiummat.id– Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Lambitu kian memprihatinkan dan terus menelan korban. Pada Kamis lalu (9/7) sekitar pukul 09.30 WITA, sebuah mobil truk bermuatan pupuk mengalami kecelakaan tunggal hingga terbalik di salah satu jalur tanjakan Lambitu yang sempit dan rusak parah. 

Peristiwa bermula saat truk tersebut berpapasan dengan mobil Avanza serta kondisi jalan yang rusak dengan lubang yang dalam membuat truk kehilangan keseimbangan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun sopir dan buruh angkut mengalami luka-luka. Kerugian material pun tak terelakkan karena pupuk yang menjadi kebutuhan petani setempat berserakan dan rusak. 

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Lambitu Mataram (IML-MATARAM), Abiel Ramdiansyah, menegaskan bahwa kecelakaan ini adalah tamparan keras bagi pemerintah, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.

"Kami dari IML-MATARAM sudah menyuarakan tuntutan perbaikan ini langsung di depan Kantor Gubernur NTB, namun lambatnya respons nyata di lapangan terus mengorbankan keselamatan warga dan menghancurkan urat nadi perekonomian kami. Kami tidak butuh janji, kami butuh alat berat bekerja di sini sekarang juga!" ujar Abiel.

Abiel juga menekankan bahwa infrastruktur merupakan fondasi utama pembangunan daerah dan hak dasar masyarakat untuk memperoleh fasilitas umum yang layak, sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 28H ayat (1). 

"Lihatlah dulu infrastruktur jalan ini baru berbicara hal yang lain untuk Lambitu. Untuk seluruh keluarga dan warga di Lambitu, kami imbau untuk ekstra berhati-hati saat melintas. Ini bukan lagi jalan raya, ini sudah menjadi jebakan maut," lanjutnya. 

Menyikapi kejadian ini, IML-MATARAM menyampaikan beberapa tuntutan resmi: 

1. Mendesak Pemerintah terkait untuk segera mengambil langkah konkret dan tindakan nyata dalam memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah Lambitu demi menjamin keselamatan pengguna jalan. 

2. Menuntut tanggung jawab dan keadilan bagi masyarakat Lambitu atas hak mendapatkan fasilitas umum yang layak dan aman, sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi. 

3. Menegaskan kepada seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat daerah hingga desa untuk bersinergi menyelesaikan krisis infrastruktur ini, bukan saling melempar tanggung jawab. 

4. Jika fakta lapangan dan peringatan ini terus diabaikan, IML-MATARAM bersama elemen masyarakat Lambitu akan terus mengawal persoalan ini dengan gerakan yang lebih masif sampai hak-hak masyarakat terpenuhi. (PEPEN)

Post a Comment

Previous Post Next Post