Berdayakan Masyarakat, Mahasiswa KKN UMMat Sulap Limbah Ternak Menjadi Pupuk Kompos Organik

Sumber Gambar: Dokumen KKN Kelompok 7

Bima, Dimensiummat.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Angkatan 40 Kelompok 7 melaksanakan program pembuatan pupuk kompos organik dengan memanfaatkan limbah ternak berupa kotoran sapi di Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Jumat 24 juli 2026. Program ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar limbah peternakan yang selama ini belum dimanfaatkan dapat diolah menjadi pupuk organik yang bernilai guna bagi sektor pertanian.


Pemilihan program tersebut didasarkan pada besarnya potensi peternakan sapi di Desa Oi Saro. Ketersediaan limbah ternak yang melimpah dinilai sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pupuk kompos, sekaligus menjadi solusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan dan menekan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.


Mahasiswa KKN UMMat Angkatan 40 Kelompok 7, Junari, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi desa.


"Kami memilih program ini karena Desa Oi Saro memiliki potensi peternakan sapi yang cukup besar sehingga limbah ternak tersedia dalam jumlah melimpah. Selama ini limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui program ini, kami ingin mengedukasi masyarakat agar limbah ternak dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi," ujarnya.


Ia menambahkan, pupuk kompos memiliki berbagai keunggulan dibandingkan pupuk kimia, di antaranya mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, menjaga kelembapan tanah, lebih ramah lingkungan, serta membantu petani mengurangi biaya produksi.


Untuk memastikan keberlanjutan program, mahasiswa KKN memberikan pelatihan praktik secara langsung kepada masyarakat, mulai dari proses persiapan bahan hingga pupuk kompos siap digunakan. Selain itu, masyarakat juga diberikan panduan sederhana agar mampu memproduksi pupuk kompos secara mandiri setelah masa KKN berakhir.


Kepala Desa Oi Saro, Ridwan, A.Ma., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UMMAT yang dinilai memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat, khususnya para petani.


"Program pembuatan pupuk kompos ini memberikan edukasi kepada kami. Selama ini masyarakat lebih banyak menggunakan pupuk kimia, sedangkan melalui program ini kami diperkenalkan dengan pupuk kompos yang lebih murah, mudah dijangkau, dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tanah," tuturnya.


Menurutnya, sebelum adanya program tersebut, limbah kotoran ternak di Desa Oi Saro belum dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah desa berkomitmen mendukung dan menyosialisasikan pemanfaatan pupuk kompos kepada masyarakat agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.


Apresiasi juga disampaikan oleh L. Ahmad Zaini, perwakilan Kanwil Pandan Wangi. Ia menyebut program tersebut membawa manfaat nyata bagi masyarakat.


"Dengan adanya ilmu dan pengetahuan yang diberikan mahasiswa KKN UMMAT mengenai pembuatan pupuk kompos, kami merasa sangat bersyukur. Kotoran ternak yang selama ini dianggap tidak bernilai kini dapat diolah menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Atas nama Kanwil Pandan Wangi dan masyarakat Desa Oi Saro, kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UMMAT atas dedikasi dan pengabdiannya kepada masyarakat," ungkapnya.


Melalui program ini, Mahasiswa KKN UMMAT Angkatan 40 Kelompok 7 berharap masyarakat Desa Oi Saro dapat terus mengembangkan pembuatan pupuk kompos secara mandiri. Dengan memanfaatkan potensi limbah ternak yang melimpah, program ini diharapkan mampu mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan produktivitas lahan, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat desa. (HUSNUL)

Post a Comment

Previous Post Next Post